CINTAI LINGKUNGAN UNTUK SELAMATKAN BUMI KITA : Iklan Layanan airbening21 Untuk Semua

Berbagi Apa Yang Bisa Dibagi

Senin, 05 Mei 2008

Tentang Musik

(ingin sekali) Menonton Konser Musik


Jatinangor hari ini masih sama saja dengan kondisi rata-rata diseluruh Indonesia. Tidak ada perubahan yang terlalu signifikan. Standar saja .. masih cenderung dingin dan ‘menyakitkan’ bagi kaum susah seperti saya. Apalagi dibulan-bulan seperti ini. Ditambah pula ada hal yang membuat ‘lamunan’ saya semakin panjang.

Seorang kawan baik saya (yang menjadikan profesi operator sound system sebagai sampingan hidup, selain dari kewajibannya menyelesaikan kuliah) memberitahu saya tentang konser bertitel TRIBUTE TO GITO ROLLIES -untuk mengenang 100 hari meninggalnya bintang rock legendaris Indonesia; Gito Rollies- di Sabuga. Anda tahu Sabuga? Sebuah tempat konser musik terbaik (menurut saya) di Bandung. Ah.. menyesal sekali saya tidak datang kesana. Ini setelah saya tahu kalau ternyata acara itu free alias gratisan. Kapan lagi orang seperti saya bisa nonton konser bagus di tempat yang bagus dengan cuma-cuma. Apalagi dalam acara yang penuh makna dengan bintang utama group band legendaris semacam The Rollies. Oh.. menyesal sekali diriku.

Sebuah cita-cita (yang cenderung berwujud mimpi) saya adalah menonton konser musik Kla Project, Chrisye, Iwan Fals, Gigi, atau Padi. Saya amat sangat menyadari mereka adalah pemusik dengan kekuatan lirik yang dalam. Untuk itulah saya bercita-cita sekali menonton. Tapi, tentu saja saya tidak ingin sembarang menonton. Masalah tempat bagi saya mungkin rada prinsip. Terus terang saja saya tidak begitu suka menonton pemusik favorit saya itu disembarang tempat. Sasana Budaya Ganesa atau biasa disingkat Sabuga adalah salah satu tempat yang saya rasa cukup pantas.

Dulu saya pernah juga coba-coba menonton konser Slank di tempat terbuka semacam pelataran Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di DU. Ampun deh .. nggak lagi deh. Segala bentuk kejengkelan saya rasakan. Orang mabuk resek, sesak dan bau, sampai gangguan copet yang nggak ketulungan. Bagi saya pribadi, mendingan nonton konser dangdut sekalian. Ya udah .. biar chaos aja sekalian he..he..he..!!

Tapi, apa lacur .. ternyata sampai Chrisye meninggal dunia pun saya tidak pernah punya kesempatan untuk nonton konsernya. Acara TRIBUTE-ya pun tidak. Harapan saya tentulah tinggal pada pemusik lain yang sudah saya sebutkan (yang sampai tulisan ini saya buat masih hidup dan groupnya belum bubar). Masalah terpenting kenapa saya tidak pernah bisa nonton konser mereka adalah harga karcis masuk yang (bagi orang seperti saya) sangat mahal dan jauh dari kemampuan saku saya. Jadi, tentulah anda bisa memaklumi betapa menyesalnya saya ketika tidak hadir dalam acara gratisan yang menampilkan pemusik hebat ditempat bagus semacam Sabuga itu. Aduhai betapa malangnya diriku (begitu kira-kira kalau orang Sumatera bagian Minangkabau dengan logat melayu mengucapkan kata-kata penyesalan seperti itu) yang dikandung badan ini..

Jadi, mohonlah kiranya buat kawan-kawan dan saudara-saudara sekalian yang kebetulan mengetahui informasi ada konser musik gratis di tempat bagus (Sabuga atau tempat yang rada-rada mirip) dengan penampilan pemusik kesenangan saya itu, agar bisa memberitahu saya. Cukuplah yang konser di Bandung saja, jangan jauh-jauh. Jakarta menurut saya sudah termasuk jauh, tidak kuat pula nantinya akomodasi saya kesana. Dengan harga SMS yang mulai beranjak turun mungkin kawan-kawan tidak akan keberatan dan merasa rugi dengan hanya mengirimkan saya sebuah informasi. Tentu saja saya tidak akan bisa membalas kebaikan kawan-kawan, tapi insya Allah saya akan mendoakan kawan-kawan agar senanatiasa berbahagia selalu.. dunia dan akhirat!!


Kostan “Pondok Nadin” Jatinangor, 4 Mei 2008


“ Tulisan ini saya buat setelah saya menerima sedikit cicipan oleh-oleh dari kawan dekat saya, Bung Gilar Nurzaman. Dia bilang kalau oleh-oleh itu didapatnya dari seorang kawan SMP-nya dulu yang kebetulan baru pulang (entah berlibur entah kerja) dari Bali.. hatur nuhun bung, ah.. “



------000-------

Minggu, 04 Mei 2008

Menjadi Hujan


Minta Maaf Kepada Hujan

Itulah.. udah berapa kali aku bilang (pada semesta alam). Yah.. begini kan jadinya??!!
Setelah gerimis pergi (sekali lagi) aku nggak bisa nulis apapun, dingin banget tangan ini.. Kemarin pengin panas, sekarang pengin hujan, sekarang pengin panas, kemarin pengin hujan. Kacau juga nih.. Jadi, aku sekarang mau minta maaf sama hujan, " maafin banget.. karena setiap kali kamu turun, tiba-tiba saja aku jadi sangat manja..".

Sabtu, 03 Mei 2008

Menjadi Gerimis


Jatinangor, 2 Mei 2008


MENJADI GERIMIS


Lagi – lagi.. masih saja tentang gerimis!! Kurang enak tidur mungkin karena jam aktifitas yang sangat tidak menentu. Jam empat atau setengah lima subuh bangun, menjelang maghrib ngantuk berat. Tidur.. Ntar di jam yang sama seperti kemarin bangun lagi. Perut kosong dengan jam makan yang amburadul telah membiasakan organ untuk terus ‘survive’ sendiri.

Mungkin hal yang lumrah untuk siklus hidup orang kebanyakan. Tapi, tentu tidak bagi aku yang menggantungkan kreatifitas otak dan indera penerjemah dari senja dan malam. Peduli setan dengan segala tetek bengek argumentasi tentang hidup yang benar. Objektifitas yang didasarkan pada teori – teori kemapanan. Harusnya aku akan sepakat. Tapi mari kita berpijak pada realita.

Kemarin aku bersama dengan kaumku yang berjalan di aspal yang panas. Tua, wanita, dan anak – anak. Aku nggak bisa berbuat apa – apa. Aku hanya bisa membantu mereka teriak. (Mungkin) sampai gendang telinga mereka yang selalu berteori; PECAH!! Ah.. aku akhirnya curhat dengan seorang kawan baru, yah baru sekali.. Limabelas menit dari perkenalan kami langsung berikrar untuk berkawan. Di dunia maya.. entahlah, apakah dia mengerti dengan apa yang aku ceritakan.

Realita adalah fakta. Maka, tai kucing dengan sudut pandang retorika kemapanan. Entahlah.. Sepertinya Tuhan memang ‘sengaja’ menciptakan realita sebagai sebuah seni yang misterius. Dan aku terus mengalir .. mengikuti realita yang diberikan-Nya. Menjadi gerimis ..


Ah.. sebenarnya tulisan ini terlalu mendayu-dayu (kalau aku nggak diijinkan untuk memakai kata; melankoLis) untuk masuk di bLog ini. Tapi, yah.. begitulah, aku hanya manusia biasa ...


------000-----


Baris – baris dibawah ini sebenarnya didedikasikan untuk beberapa larik puisi yang akhirnya nggak pernah jadi .. keburu ngantuk, ide mentok!! Yah.. sudahlah..

Senin, 21 April 2008

Sabtu, 19 April dan Siluet


Jatinangor: Sabtu – malam Minggu, 19 April 2008.

Duit cekak sama sekali, rokok cuma punya sebatang, kawan tak ada (pada malem mingguan kali), pulsa di HP udah kosong masuk waktu tenggang… komplitlah sudah!!

Setelah nge-bango sendiri di gerbang, maka gerimis di Jatinangor mengantarkan aku ke Imago. You know Imago? Itu warnet punya seorang kawan di jalan Sayang gak jauh dari pertigaan setelah pangdam (pangkalan damri) kalau dari arah Bandung. Ternyata beberapa kawan senior sedang pada ngumpul disana. Ya udah.. aku ikutan aja nimbrung ngobrol segala rupa. Ada hanes, pudin, wira, kiting, toge (bukan to.et gede lo he..he..he..), babe (udah tidur ama bininya), ino, dLL aja pokoknya..

Menjelang tengah malam, warnet mulai sepi (sepi maksudnya orang2 yang ngerental warnet udah mulai pada cabut. Udah pada ngantuk kali, atau apa yang mereka cari udah pada dapet). Ya udah.. aku coba2 numpang berselancar disana.

Nge-cek email.. buka bebrapa situs.. nge-tes friendster (kali aja ada kawan yang lagi online) sepi juga he..he..he.. suck, aku browsing iseng dan ngacak di google eh ada yag ke-detech. Hoooooo..ho..ho.. ngeliat blog friendster yang menarik. Punya siapa ya???? Tertarik juga pengin tau… bukan apa2, melototin blog friendster itu tiba2 aku jadi inget seseorang di Bandung. Anak SMA cuy ha..ha..ha.. orangnya baik dan cantik, luculah.. Setelah bulan Desember 2007 kemaren aku udah gak pernah ketemu dia lagi. Apa dia ya???? Tapi gak ada sama sekali nih alamat emailnya, bingung nih cara ngopreknya gimana hhaaaa..haaa…haaa.. kacau juga, macam betul!! Menjelang subuh ada Arif Botak dan beberapa kawan datang. Gak bisa tidur juga kayaknya. Mereka gak lama kemudian, abis basa basi dikit, langsung tenggelam dalam 'lautan maya'.

Me???? Sampe subuh gak ke-oprek juga nih bLog friendster, dame.. cabut ah! Ngantuk.. beberapa kawan juga udah pada molor tuh.. marangga atuh, wilujeng bobo.. seeee uuuu en hatur nuhun Bung Arif (yang punya warnet)!!

------00000-----



Siluet

Kepada: pinggul yang bergoyang


Inilah perjalanan

Yang tercatat saat kita masih berbentuk sperma

Inilah perjalanan

Lalu kita mendesah mengumpul tenaga

Inilah perjalanan

Seperti siluet saja garis berjejak

Membuat mata kita memicing

Untuk bisa jelas melihat arah


Yang silau akan rubuh

Dijalan..

(Jatinangor, 20 April 2008)